Tips Makan Sehat untuk Anak Kos

Anak kos, baik itu yang terpaksa kos karena harus sekolah, kuliah maupun bekerja, sering diidentikkan dengan kurang gizi, atau salah gizi, sampai kurang makan. Buktinya apa? Kalau ada acara makan-makan atau pas pulang ke rumah, sering kan dibilang, perbaikan gizi dulu sama orang lain.

Rentang waktu antara tahun 2011 hingga 2015, saat saya harus ngekos karena kuliah di Serpong sementara orangtua di Bekasi, bersyukur (rasanya) saya enggak harus termasuk yang kurang gizi atau salah gizi itu. Paling engga, saya masih rutin mengonsumsi daging dan bukan indomie.

Nah, untuk adik-adik mahasiswa, dan teman-teman yang entah karena alasan apa masih harus ngekos saya menuliskan ini, agar label anak kos tidak menjadi pembenaran untuk menyandang predikat kurang gizi atau salah gizi. Ini saya tulis berdasar pengalaman aja. Dan saya menulis atas dasar rasa sayang pada Anda yang kebetulan membaca blog ini dan berstatus sebagai anak kos. Ini dia beberapa kiat saya tetap makan bergizi dengan budget secukupnya.

Minimal Daging Tak Masalah, Asal …

Kalau Anda mengandalkan warteg atau kantin atau warung nasi, pasti harga makanan yang berupa daging itu lebih mahal. Iya nggak ? Sepotong daging rendang harganya berkisar 8-10 rb kalau di warung padang langganan saya. Sepotong tempe goreng? Palingan hanya seribu dua ribu. (maksimal tiga ribu untuk yang besar / mendoan)

hati-hati sama jebakan daging
pola makan sehat dan hemat untuk anak kos
Harus Banyakan Sayurnya Yaaa….

Jangan Lupakan Buah

Buah merupakan sumber energi yang cukup baik untuk tubuh, dan juga secara harga, tidak semahal lauk dan nasi asalkan membeli buah yang sudah dipotong – potong.

Nah, untuk buah, bisa beli di pasar tradisional atau supermarket terdekat. Beli buah lokal yang lagi musim, biar murah. Jauh dari pasar atau supermarket? Mungkin ada gerobak buah atau rujak. Nah, beli buah di abang rujak, tanpa bumbu ya.

Minimalisir Micin/ Vetsin

Meski ngekos, dulu saya termasuk pilih-pilih. Makanan semacam bakso, yang umumnya sarat bahan aditif, biasanya Cuma saya makan sesekali saja. Begitu juga dengan nasi goreng, mie goreng yang sarat aneka saus dan MSG juga hanya sesekali. Saya lebih sreg mengkonsumsi makanan seperti menu nan sehat seperti di rumah. Dan biasanya saya pilih-pilih warung. Kalau ada warung yang rasa MSG nya cukup menyengat, biasanya saya tak akan jadikan warung langganan.

Mie instan? Saya masih konsumsi waktu itu. Tapi hanya sesekali. Andalan kalau sewaktu-waktu pas sulit atau nggak sempat keluar cari makanan.

Buntu Mau Makan Apa? Catering Solusinya!

Suatu saat pasti ada titik jenuh kalau terus terusan makan itu itu saja. Nah, Catering makanan adalah solusinya!. kalau kamu niat mencari catering di seputaran jakarta misalnya, ada banyak sekali pilihan catering yang menarik, dan mereka menjanjikan lauk yang bersih, enak, dan sehat.

Menu catering, biasanya mencakup sayur, dedagingan, dan terkadang buah. Sehingga kamu tidak perlu takut gizi tidak tercukupi. Dengan berlangganan catering, kamu dapat menikmati lauk yang berkualitas sekaligus menghemat pengeluaran untuk konsumsi harianmu.

Urusan Minuman, Utamakan Air Bening Saja!

Kalau soal menghidrasi tubuh, pilihan saya pakai air galon. Tapi yang isi asli dari pabrikan ya, bukan di depo isi ulang. Meskipun sedikit mahal, tapi lebih terjamin. Kalau untuk urusan minuman yang sifatnya rekreatif, alias cuma buat nyenengin diri sebenernya enggak ada manfaat sehatnya, seperti misal minum boba atau kopi kekinian, batasi saja! Lumayan bisa memangkas anggaran sekian ribu rupiah per gelasnya. Iya kan?

pola makan sehat dan hemat untuk anak kos
Nah, Yang Ini, Batasi Saja!

Biasakan membawa bekal air minum ke tempat kerja atau ke kampus. Kalau perlu mood booster dengan kopi atau teh, saya memilih membuat sendiri. Bikin teh atau kopi sendiri di kos-an. Enggak repot kok. Daripada beli?

Nah, itu sedikit  tips makan sehat untuk anak kos yang saya tulis berdasar pengalaman saya seputar urusan makan dikala kos. Jadi sebenarnya enggak ada alasan anak kos kurang/salah gizi. Hidup ini penuh pilihan.